Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ciri Anak Overstimulasi

Ciri Anak Overstimulasi

Ciri-Ciri Anak Overstimulasi ini perlu diketahui oleh Mama untuk berhati-hati ya, resikonya anak bisa lelah loh Mam.

Ciri Anak Overstimulasi
gambar dari freepik.com

Melakukan stimulasi pada anak guna merangsang semua sistem indera si kecil sangat baik dilakukan sejak kecil.

Namun apakah Mama tahu ada yang namanya overstimulasi?

Overstimulasi dapat terjadi ketika anak terlalu banyak mendapatkan pengalaman, sensasi, suara, dan aktivitas daripada yang bisa mereka atasi.

Seperti halnya pada saat anak ikut bersama Mama dalam sebuah acara, lalu anak dipeluk dengan banyak orang.

Anak akan mengalami overstimulasi, merasa kewalahan dan lelah, dan biasanya anak akan menangis dan rewel.

Pada kondisi ini juga hormon kortisol pada tubuh anak meningkat, hormon stress yang mempengaruhi fungsi tubuhnya, termasuk otak.


Mudah rewel dan cepat marah

Karena lelah dan belum bisa mengutarakan perasaannya secara jelas, maka anak hanya bisa menunjukkannya lewat tangisan, biasanya dimulai dengan anak yang menjadi rewel, menangis secara tiba-tiba dan marah.

Pada kondisi seperti ini Mama bisa mengatasinya dengan memeluk anak, biarkan si Kecil merasakan kontak dari kulit ke kulit agar merasa aman. Tangis pun biasanya akan mereda.


Memalingkan muka saat diajak bicara

Ciri ini juga menunjukan bahwa anak bosan dan lelah, si Kecil ingin berhenti dan berhenti melakukan stimulasi.

Maka dari itu yang dapat Mama lakukan adalah mengajak anak keluar sejenak dari pemicu overstimulasi, hindari stimulasi tersebut agar anak lebih tenang.


Menolak melakukan hal sederhana

Kondisi dimana anak sudah tidak ingin melakukan hal-hal sederhana itu artinya anak lelah, untuk itu Mama jangan paksakan anak untuk melakukannya.

Gendong anak dan ajak anak melakukan hal yang ia suka, atau Mama bisa ajak untuk berbaring, sekedar mengusap punggung dan rambutnya akan akan merasa tenang, lalu biarkan anak untuk beristirahat.


Terlihat terlalu semangat

Anak menjadi hiperaktif juga merupakan ciri-ciri anak mengalami overstimulasi, karena anak bertindak tidak seperti biasanya, makanya anak terlalu bersemangat.

Kemudian setelah ia lelah, kebanyakan anak akan rewel dan menangis. Pada kondisi ini Mama perlu mengawasi si Kecil agar tidak berlebihan.


Wajah pucat dan nafal tersengal-sengal

Ketika anak dihadapkan dengan stimulasi yang membuatnya tidak nyaman dan melelahkan, wajah anak akan menjadi pucat atau sangat merah, hal ini terjadi karena anak menahan suatu emosi dalam dirinya.

Nafas anak tersengal-sengal ini biasa terjadi ketika anak tidak nyaman, biasanya pada kondisi ini selanjutnya anak akan menangis dan menjadi rewel.

Demikian ciri anak overstimulasi, jadi ketika anak rewel Mama sudah tahu apa yang harus Mama lakukan.

Semoga informasi ini bermanfaat ya Mam.


Penutup

Demikian artikel dari Kamus Mama mengenai Ciri Anak Overstimulasi.

Mohon saran dari pembaca untuk kelengkapan isi artikel ini, silahkan saran tersebut dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Baca artikel lain :


Sumber referensi :

  • berbagai sumber

 .

Posting Komentar untuk "Ciri Anak Overstimulasi"