Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Naik Kereta Api Bersama Anak Bayi

Tips Naik Kereta Api Bersama Anak dan Bayi

Ada kalanya Mama perlu bepergian jarak jauh menggunakan kereta api bersama anak atau bayinya supaya lebih aman dan irit.

Tips Naik Kereta Api Bersama Anak dan Bayi
kids on train
gambar dari freepik.com

Bepergian jarak jauh dengan kereta api juga memberikan pengalaman tersendiri, seperti menikmati pemandangan yang indah.

Jika Mama bepergian dengan si Kecil terutama jika usianya masih bayi di bawah satu tahun, maka Mama perlu mempertimbangkan beberapa hal.

Berikut berbagai Tips Naik Kereta Api untuk Mama beserta anak atau bayinya.


Membeli tiket sesuai dengan jadwal tidur anak

Menyesuaikan jadwal keberangkatan yang dekat dengan waktu tidur si Kecil adalah tips yang pertama, terutama untuk anak bayi.

Apabila perjalanan memakan waktu cukup yang lama, maka sebaiknya pilihlah jadwal keberangkatan di malam hari, sehingga si Kecil dapat tidur selama perjalanan dan Mama pun dapat beristirahat.

Hal ini dapat meminimalisir anak menjadi bosan dan rewel selama di perjalanan.


Memesan kursi lebih banyak

Mungkin Mama bisa mendapatkan kursi gratis karena usia si Kecil belum di atas dua tahun.

Namun, saat memesan tiket, lebih baik Mama memesan kursi lebih. Anggaplah bayi adalah orang dewasa juga.

Dengan menambah satu kursi khusus tersebut, si Kecil lebih leluasa dan nyaman selama di perjalanan.

Selain itu, Mama juga tidak harus memangkunya di sepanjang perjalanan.


Memesan kursi lebih awal

Lakukan pemesanan tiket jauh-jauh hari, sehingga bisa memilih tempat duduk berdekatan, terutama jika anak yang dibawa lebih dari satu.


Penjelasan perjalanan

Untuk anak yang sudah bisa berkomunikasi dengan mama, informasikan kepada mereka tentang perjalanan yang akan ditempuh, seperti waktu tempuh dan gambaran di dalam kereta api.


Membawa barang kebutuhan bayi

Tips selanjutnya adalah membawa barang dan kebutuhan bayi. Tidak penting berapa lama waktu berliburnya, tetapi yang jelas kebutuhan bayi perlu dibawa.

Adapun kebutuhan bayi yang perlu dibawa adalah seperti alas untuk berbaring, gendongan, pakaian ekstra, popok ekstra, peralatan mandi, minyak telon, jaket, selimut, dan lain-lain.

Dengan demikian, Mama tidak perlu repot mencari atau membeli barang-barang tersebut terlebih dahulu ketika dibutuhkan.

Dekatkan pula berbagai kebutuhan bayi tersebut di dekat mama. Sehingga, Mama dengan mudah mengambilnya jika diperlukan.


Membawa obat-obatan

Selain itu, Mama juga perlu menyiapkan obat-obatan untuk si Kecil. Obat-obatan ini dapat dimasukkan ke dalam kotak P3K yang dapat Mama bawa saat berbergian.

Biasanya, kotak P3K tersebut harus berisi vitamin, obat demam, obat pilek, hidung tersumbat, infeksi telinga, tisu, termometer, antiseptik, perban, dan kapas.

Tidak lupa juga untuk menyimpan nomor telepon dokter, sehingga apabila ada hal yang tidak diinginkan terjadi selama perjalanan, Mama bisa segera menghubunginya.


Membawa mainan kesukaan anak

Mama juga perlu menyiapkan barang-barang yang membuat bayi tetap sibuk seperti misalnya mainan kesukaan anak.

Buku cerita yang menarik dapat menjadi pilihan untuk dibacakan selama perjalanan di kereta. Dengan begitu, anak tidak akan rewel karena ia merasa tenang dan nyaman.

Sediakan mainan, seperti robot, mobil-mobilan atau boneka, serta buku kesukaan anak-anak.

Boleh menonton di layar HP atau tablet, tapi tetap harus kontrol ya Mam supaya jangan terlalu lama mereka sibuk dengan gadget tersebut.


Membawa makanan

Apabila si Kecil sudah mengonsumsi MPASI, Mama perlu mempersiapkan makanan kesukaannya seperti bubur, snack, buah-buahan, minuman dan peralatan makan si Kecil.

Dengan membawa peralatan makan sendiri, maka kebersihan dan keamanan akan lebih terjamin.

Membawa minuman dan makanan berat maupun ringan secukupnya, jangan berlebihan seperti Mama akan berjualan di kereta.


Siapkan pakaian hangat

Kenakan pakaian yang nyaman pada anak-anak sesuai usianya.

Untuk berjaga-jaga terhadap suhu atau temperatur AC di kereta api yang terlalu dingin, bawalah jaket dan selimut untuk si kecil.

Saat ini semua kereta api sudah dilengkapi dengan air conditioner atau penyejuk ruangan jadi sudah bebas dari kegerahan.

Tapi hal ini menyebabkan adanya risiko kedinginan, apalagi di kereta api kelas eksekutif yang dinginnya kebangetan atau di kereta api perjalanan malam hari.

Hal ini tentu bisa membuat bayi tidak nyaman, sehingga orangtua harus menyiapkan jaket atau kain untuk menghangatkan tubuh anak atau bayi.

Kalau dirasa suhunya terlalu dingin, orangtua bisa meminta petugas untuk sedikit menaikkan suhunya.


tips menyusui bayi

Untuk memberikan ASI kepada bayi, di stasiun sudah ada fasilitas ruang laktasi, namun didalam gerbong kereta api belum ada.

Cara mengakalinya bisa dengan menggunakan kain penutup untuk menyusui, atau bisa juga menyusui di kereta restorasi karena suasananya lebih sepi.

Bantuan sang ayah sangat diperlukan agar sang ibu bisa menyusui dengan nyaman di kereta api.


Lebih baik menggunakan gendongan

Mama dapat mempertimbangkan menggunakan gendongan bayi daripada stroller untuk perjalanan dengan kereta api.

Dengan menggunakan gendongan bayi akan membantu Mama menghadapi situasi stasiun yang sibuk dan ramai.

Tentunya, gendongan bayi juga lebih praktis daripada stroller karena Mama tidak perlu repot melipat stroller atau mencari lift.

Selan itu, gendongan juga dapat menenangkan bayi dan memberikan manfaat kesehatan bagi Si Kecil, seperti memperkuat leher dan kontrol kepala hingga mengurangi risiko kepala bayi peyang.


Persiapan popok bayi

Letakkan popok di tempat paling mudah diambil, agar sewaktu-waktu diperlukan bisa langsung diambil dengan mudah.

Misalnya dibagian paling luar pada tas penyimpanan pakaian bayi yang dibawa ya Mam.

Secara berkala lakukan cek tubuh si Kecil, apakah ada hal-hal yang membuatnya tidak nyaman, atau mungkin ia merasa gerah atau lapar.

Periksa juga popoknya, mungkin ia merasa risih karena popoknya terlalu basah.


Membawa barang secukupnya

Jangan membawa barang terlalu banyak, karena hal ini akan memudahkan pergerakan ketika naik-turun kereta api dan meletakkan barang.

Jika tidak, maka mama akan disibukkan dengan barang-barang sehingga anak-anak akan terabaikan.


Datang ke stasiun lebih awal

Apabila Mama berlibur pada hari besar, stasiun kereta cenderung sangat ramai. Untuk itu, Mama sebaiknya datang lebih awal agar lebih siap dan lebih tenang mempersiapkan keberangkatan nantinya.

Datang lebih awal di stasiun, biar tidak terburu-buru. Terutama jika Mama naik dari stasiun yang tidak menjadi tempat keberangkatan awal kereta api.


Tour di kereta

Jika bosan, ajak anak-anak berjalan-jalan di sekeliling gerbong untuk melihat suasana baru sembari bercerita tentang bagian-bagian kereta tersebut.

Selain menghibur, aktifitas ini juga termasuk pendidikan yang memberi wawasan tentang pengetahuan baru kepada anak-anak.


Kebiasaan di perjalanan

Ajarin anak-anak untuk buang air kecil secara rutin, selalu bersikap sopan, dan tidak mengganggu penumpang lain.


Tetap tenang saat terjadi hal tak diinginkan kereta

Apabila ada hal yang tidak diinginkan terjadi pada saat perjalanan, seperti bayi rewel, menangis atau kekacauan lainnya, cobalah untuk tetap tenang.

Mintalah bantuan pasangan, atau si Kakak, atau keluarga lainnya dalam menenangkan si Kecil ya Mama.

Selain itu, faktor penumpang lain juga bisa membuat bayi tidak nyaman.

Meski sudah jelas-jelas dilarang, ada saja penumpang yang masih ngobrol atau menerima telepon atau bermain hape dengan suara keras.

Kalau segan menegur penumpang nakal seperti itu, Mama bisa menghubungi petugas customer service yang nomor ponselnya tertulis di gerbong kereta.


Penutup

Demikian artikel dari Kamus Mama mengenai Tips Naik Kereta Api Bersama Anak dan Bayi.

Mohon saran dari pembaca untuk kelengkapan isi artikel ini, silahkan saran tersebut dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Baca artikel lain :


Sumber referensi :

  • berbagai sumber

 

Posting Komentar untuk "Tips Naik Kereta Api Bersama Anak Bayi"